My Everything

My Everything

Sabtu, 10 Mei 2014

Daftar Alat Laboratorium Kimia

No
Nama Alat
Gambar
Fungsi
1.
Corong


Corong dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan dari satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saring pada bagian atas(untuk menahan kertas saring selama proses penyaringan).
 2.
Pipet Ukur


Untuk mengukur volume larutan dan untuk mengambil larutan dalam volume tertentu dan tidak harus seksama.
3.
Pipet Volume



Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian yang menggembung/secara seksama.
4.
Pipet Tetes

Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil.







 


5.

Pipet mikro





Untuk mengambil larutan dalam skala sangat kecil secara seksama.
6.
Gelas Ukur


Untuk mengukur volume larutan(kimia cair). Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume. Alat ini mempunyai skala dengan berbagai ukuran volume, tidak boleh dipanaskan atau untuk mengukur larutan yang panas.
7.
Erlenmeyer

Untuk mengukur larutan, mencampurkan larutan, sebagai tempat titrat dalam proses titrasi, dan kadang-kadang dipakai untuk memanaskan larutan. Akan tetapi, alat ini juga bukan merupakan alat pengukur volume.
8.
Labu Ukur

Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi. Mempunyai bermacam-macam ukuran, digunakan untuk membuat larutan standar/larutan tertentu dengan volume setepat-tepatnya. Sering juga digunakan untuk mengencerkan larutan hingga volume tertentu dan tidak boleh dipanaskan/digunakan untuk mengukur larutan panas.
9.
Buret


Digunakan tempat titrant dalam proses titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukur volume suatu larutan. Mempunyai skala dan kran untuk mengeluarkan isinya sedikit demi sedikit hingga volume tertentu yang dapat dilihat pada skalanya.
10.
Statif


Untuk menegakkan/menyangga corong buret pada proses titrasi.
11.
Klem


Untuk menjepit buret saat titrasi atau labu alas bulat saat pemanasan pada suhu tinggi.
12.
Cawan Penguap (Evaporating Dish)


Digunakan sebagai wadah. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap. Untuk menimbang bahan cairan, menguapkan atau mengeringkan bahan obat cair, mencampurkan/meleburkan lebih dari satu macam bahan obat.
13.
Filler


Untuk menghisap larutan yang akan dikeluarkan dari botol larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengikat yang telah disambungkan pada pipet ukur.
14.
Cawan Porselen


Wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi
15.
Batang Pengaduk


Untuk mengocok atau mengaduk suatu bahan kimia yang akan direaksikan maupun ketika reaksi sementara berlangsung agar dapat larut sempurna.
16.
Beaker Glass (Gelas Piala)


Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat cair, boleh dipanaskan.
17.
Neraca Analitik Balance


Berupa neraca digital. Digunakan untuk menimbang/mengukur berat suatu zat.
18.
Plat Tetes


Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil


19.
Rak Tabung Reaksi


Tempat tabung reaksi. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Namun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.
20.
Botol Semprot


Botol plastik dengan selang kecil sebagai tempat aquades, botol ini juga berfungsi dalam proses pembilasan alat.
21.
Kompor Spirtus


Untuk membakar zat atau memanaskan larutan.
22.
Tabung Reaksi


Untuk menampung larutan dalam jumlah yang sedikit dan untuk mereaksikan sample, biasanya untuk reaksi identifikasi.
23.
Tripoid (Kaki Tiga)


Sebagai penyangga pembakar spirtus.
24.
Asbes (Kawat Kasa)


Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas Bunsen.
25.
Kertas Saring


Kertas dengan pori-pori yang digunakan dalam proses penyaringan sehingga terjadi pemisahan antara filtrat dengan ampas (sisa).
26.
Penjepit Tabung Reaksi


Untuk menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan

27.
Kaca Arloji


1. Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia.
2. Untuk menimbang bahan-bahan kimia yang bersifat higroskopis dan oksidator.
3. Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator.
28.
Kondensor


Untuk destilasi larutan. Lubang lubang bawah tempat air masuk, lubang atau tempat air keluar.
29.
Corong Pisah


Untuk memisahkan 2 jenis larutan yang berbeda berat jenis dan polaritasnya (kelarutannya).
Sumber : http://qualitycontrol-07.blogspot.com sumber-sumber lain
Wanibesak.wordpress.com
Google Gambar









Jumat, 09 Mei 2014

Inhalasi

Mekanisme Kerja Sediaan Inhalasi Albuterol







1.      Definisi

Inhalasi adalah alat pengobatan dengan cara memberi obat untuk dihirup agar dapat langsung masuk menuju paru-paru sebagai organ sasaran obatnya. Alat ini biasanya digunakan dalam proses perawatan penyakit saluran pernapasan yang akut maupun kronik, misalnya pada penyakit asma.

Inhalasi adalah pengobatan dengan cara memberikan obat dalam bentuk uap kepada si sakit langsung melalui alat pernapasannya (hidung ke paru-paru).

2.      Tinjauan Anatomi-Fisiologis Saluran Pernapasan

Untuk memahami tentang penggunaan serta farmakokinetik (terutama absorpsi dan bioavailabilitas) dan farmakodinamik obat secara inhalasi, sebelumnya kita harus memahami anatomi dan fisiologi pernapasan terlebih dahulu.

Secara fungsional saluran pernapasan dibagi atas bagian yang berfungsi sebagai konduksi (penghantar udara) dan bagian yang berfungsi sebagai respirasi (pertukaran gas). Pada bagian konduksi, udara bolak-balik di antara atmosfir dan jalan napas seakan organ ini tidak berfungsi (dead space), akan tetapi organ tersebut selain sebagai konduksi juga berfungsi sebagai proteksi dan pengaturan kelembaban udara. Adapun yang termasuk ke dalam konduksi adalah rongga hidung, rongga mulut, faring, laring, trakea, sinus bronkur dan bronkiolus nonrespiratorius. 

Pada bagian respirasi akan terjadi pertukaran udara (difus) yang sering disebut dengan unit paru (lung unit), yang terdiri dari bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris, atrium dan sakus alveolaris. 

Secara histologis epitel yang melapisi permukaan saluran pernapasan terdiri dari epitel gepeng berlapis berkeratin dan tanpa keratin di bagian rongga mulut; epitel silindris bertingkat bersilia pada rongga hidung, trakea, dan bronkus; epitel silindris rendah/kuboid bersilia dengan sel piala pada bronkiolus terminalis; epitel kuboid selapis bersilia pada bronkiolus respiratorius; dan epitel gepeng selapis pada duktus alveolaris dan sakus alveolaris serta alveolus. Di bawah lapisan epitel tersebut terdapat lamina propria yang berisi kelenjar-kelenjar, pembuluh darah, serabut saraf dan kartilago. Dan berikutnya terdapat otot polos dan serabut elastin. 

Dari semua itu barulah kita pahami bagaimana obat dapat masuk dan bekerja pada paru-paru. Obat masuk dengan perantara udara pernapasan (mekanisme inspirasi dan ekspirasi) melalui saluran pernapasan, kemudian menempel pada epitel selanjutnya diabsorpsi dan sampai pada target organ bisa berupa pembuluh darah, kelenjar dan otot polos.
Agar obat dapat sampai pada saluran napas bagian distal dan mencapai target organ, maka ukuran partikel obat harus disesuaikan dengan ukuran/diameter saluran napas.
3.      Cara Kerja Inhaler Albuterol
Ketika terjadi serangan asma, saluran napas mengalami penyempitan dan pembengkakan sehingga membuat bernapas menjadi sulit.
Penyempitan atau pengetatan otot-otot saluran udara dikenal sebagai bronkospasme.
Inhaler albuterol bekerja dengan mempengaruhi reseptor beta dalam tubuh.
Reseptor ini adalah jenis khusus dari molekul protein yang bertanggung jawab untuk pengolahan pesan yang dibawa oleh sistem saraf pusat.
Jadi, albuterol bekerja dengan merangsang reseptor untuk menghasilkan efek relaksasi pada otot.
Efek relaksasi ini yang akan membantu membuka saluran udara sehingga penderitanya dapat kembali bernapas normal.
Salbutamol atau albuterol adalah obat golongan beta-adrenergikyang berfungsi melebarkan saluran napas, sehingga diindikasikan untuk asma dan penyakit paru obstruktif kronik (bronkitis kronik dan emfisema). Obat ini dapat meredakan gejala asma ringan, sedang atau berat dan digunakan untuk pencegahan serangan asma. 
Salbutamol tidak boleh digunakan untuk penderita gangguan jantung dengan nadi cepat. Selain itu, salbutamol tidak boleh digunakan pada penderita abortus yang mengancam selama kehamilan trimester 1 dan 2 serta penanganan persalinan prematur. 

5.      Dosis Inhaler Albuterol untuk Anak dan Dewasa

Berikut adalah dosis inhaler albuterol yang direkomendasikan :

ü  Dosis 2 semprotan direkomendasikan untuk pencegahan dan meringankan serangan asma. Dosis ini bisa diulang setiap 4-6 jam.
ü  Untuk mencegah serangan asma selama aktivitas fisik atau olahraga, disarankan untuk menggunakan 2 semprotan, 15-30 menit sebelum memulai aktivitas.

Perlu diketahui pula bahwa terdapat berbagai jenis inhaler albuterol sehingga dosis mungkin berbeda untuk tiap jenisnya.

Pastikan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat.

6.      Efek Samping Inhaler Albuterol

Setiap jenis efek samping yang terjadi setelah menggunakan inhaler harus dilaporkan ke dokter.

Berikut adalah efek samping yang mungkin dari inhaler albuterol:
·        Reaksi alergi seperti gatal-gatal dan ruam
·        Sesak di dada
·        Mual / muntah
·        Merasa gugup tanpa alasan yang jelas
·        Nyeri tulang atau otot
·        Gemetar
·        Keluar ingus
·        Aritmia (detak jantung abnormal)
·        Iritasi pada tenggorokan
·        Batuk
·        Demam
·        Perubahan persepsi visual
·        Sesak nafas
·        Tekanan darah tinggi

Peringatan
Sebelum menggunakan inhaler albuterol, pastikan untuk memberitahu dokter jika:
o   Pasien menderita tekanan darah tinggi, denyut jantung tidak teratur, atau jenis penyakit jantung lain.
o   Pasien memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif, kejang, epilepsi, atau diabetes.


Rabu, 07 Mei 2014

Beauty For Us

Beauty For Us


Makhluk bumi yang bernama cewek selalu saja dapat menghadirkan cerita bagi dunia. Cerita ala Upik Abu yang dengan bantuan Ibu Peri dapat menjadi Cinderella nan cantik rupawan dan akhirnya menjadi pendamping hati pangeran atau kisah berliku ala Betty La Fea. Cewek smart dan baik hati, tapi karena wajahnya yang di bawah standar harus berjuang mempertahankan harga diri dan meraih cinta pria pujaan di tengah serbuan cibiran dan pandangan sebelah mata wanita-wanita jelita.
Beratus cerita yang serupa hadir di depan mata setiap saat, setiap waktu. Kisah boleh ber-setting dan beralur berbeda, tapi ujungnya sama. Cewek bisa jadi pemenang di akhir cerita jika dia telah berubah. Baik hati dan tidak sombong saja tidak cukup, tapi juga harus disertai transformasi menjadi cantik atau lebih cantik! Ini yang kudu! Kalau enggak, enggak seru!
Sebagian besar cewek sangat mungkin bilang setuju. Ngaku aja, deh. Di benak kita menjadi cantik dan menarik menjadi sebuah keharusan kalau keberadaan kita ingin diakui dan dihargai. Apalagi pernyataan dari sebagian kaum adam yang memasukkan good looking, cantik, seksi en semacamnya jadi salah satu kriteria yang harus ada pada cewek idaman mereka. Bikin urat ego kita makin kenceng.
Akhirnya, kita berlomba untuk menjadi cantik. Padahal, kalau kita ditanya, “Sebenarnya cantik itu kayak apa, sih?” atau “Cantik itu yang bagaimana?” pasti jawabannya enggak satu.
Ada yang bilang kalau cantik itu berkulit putih, mulus, dan hidung mancung. Ada lagi yang menambahkan kalau cantik itu tinggi, seksi, punya rambut lurus hitam menawan.
Kita yang punya definisi cantik seperti itu sangat dimungkinkan karena terprovokasi oleh berbagai iklan kecantikan yang berseliweran di televisi atau radio. Kulit mulus putih ala Shopia Latjuba atau Tamara Blezinsky bikin kita iri dan segera membeli sabun yang sama. Rambut panjang dan hitam menawan seorang cewek yang katanya Cuma karena menggunakan se-sachet shampo membuat kita gerah dan segera mengikuti jejaknya.
Kita jadi sibuk dengan urusan jerawat yang sebenarnya enggak gawat-gawat amat. Kita jadi panik demi melihat rambut yang kembali keriting keriwil walaupun berkali-kali di-rebounding. Kita menjelma menjadi putri malu karena kulit kita tidak kunjung terang padahal segala produk pemutih sudah dipergunakan. Hidung yang sejak lahir sebenarnya telah memiliki bentuk dan ukuran yang pas. Pas lubangnya dua dan pas mancung ke dalam tiba-tiba masuk ke agenda perbaikan. Supaya kayak hidungnya Nicole Kidman, katanya, Wuih!!!!!!!!!
Padahal, tau enggak, sih??? Semua iklan enggak lepas dari rekayasa. Enggak percaya? Bondan E.S.P – Doi copy-writer andalan Avicom, salah satu agensi periklanan terkemuka, buka-bukaan soal itu. Dia bilang untuk iklan produk rambut misalnya, rambut si model dibikin rusak habis! Gimana enggak? Sebelum proses shooting dimulai rambut model dua jam dicuci dan di-blow. Rambut bisa oke karena dimanipulasi dengan menghitamkan berulang kali (www. Pikiran-rakyat.com/cetak/belia). Hasilnya kita bisa lihat di televisi.
Jerawat? Emang, sih, kadang bikin kiat bete. Tapi, itu enggak seharusnya membuat kita jadi merasa orang yang paling malang sedunia. So, what gitu, loh?! Cuma jerawat!
Merawat tubuh especially wajah buat cewek bukan sesuatu yang salah, harus malah. Tapi, keinginan untuk menjaga kebersihan tubuh dan segala bentuk perawatannya jangan sampai bikin kita gelap mata. Saat satu produk diluncurkan inginnya kita yang jadi orang pertama yang mencobanya. Ketika produk lain bermunculan kita pun rela ikut dalam perburuan. Pilah dan pilih secara bijak, dong. Pilah mana produk yang sesuai sama jenis kulit kita dan cocok sama kocek. Kalau sudah begitu barulah pilihan bisa dijatuhkan.
Bentuk wajah, hidung, atau bagian tubuh lain itu anugerah dari Allah Maha Pencipta. Kita mestinya bersyukur masih diberikan anggota tubuh yang lengkap dan berfungsi sempurna tanpa cacat. Bagaimanapun bentuk dan ukurannya.
Bagi yang memiliki kekurangan atau cacat pada bagian tubuh tertentu pun tidak memiliki alasan untuk bermuram durja dan merasa dunia berhenti berputar untuknya. Allah masih sayang sama kita. Buktinya Allah masih memberikan kesempatan buat kita untuk hidup dan mengisinya dengan saling tolong - menolong dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Iya, kan?
Jadi, jangan gampang percaya iklan. Putih dalam 4 atau 6 minggu? Lihat dulu bagian dalam lengan kita, karena itu menjadi ukuran bisa seputih apa sebenarnya kulit kita. Produk pemutih apapun enggak banyak membantu kalau memang ambang batas warna kulit yang ditunjukkan bagian dalam lengan kita mentok di warna coklat tua. Pede aja lagi. Orang Afrika aja adem ayem, tuh! Padahal kulitnya hitam legam. Biar hitam tapi manis, gitu.
Naomi Wolf di Beauty Myth-nya bilang kalo kecantikan itu merupakan benteng terapuh para kaum hawa yang digempur industri kecantikan (Prambudy, 17 Juli 2005). Enggak salah, sih, Wolf punya pendapat seperti itu. Perhatiin aja diri kita. Derasnya iklan produk kecantikan membuat kita menjadi manusia yang paling gampang ke lain hati . . . eh lain produk, paling mudah goyah. Tawaran hasil sempurna dari berbagai produk kecantikan membuat kita mudah terperangah, dan jika impian tidak dapat diraih kita menjadi gelisah. Duh, duh ... segitunya.
Kita mesti memiliki jaringan sensor yang sensitif terhadap tayangan iklan. Kita mesti jadi cewek yang smart dalam menilai sebuah produk. Tubuh kita aman dari berbagai bentuk eksperimen produk kecantikan dan kantung kita aman dari pemborosan.

( Dikutip dari buku Girl Power karya Nafisah FB )

Minggu, 04 Mei 2014

Kiat-kiat Sukses

KIAT KIAT SUKSES



1.Mengendalikan diri
Saat anda meraih sebuah kesuksesan,cobalah Tanya pada diri anda sendiri,apa saja yang sudah anda kerjakan? Apa saja kelebihan anda ?
 Kekurangan anda De el el

2.Meningkatkan Kemampuan
            Kemampuan dan keahlian di bidangnya akan menentukan karir seseorang.Adapun posisi anda dan keahlian anda harus diupayakan agar meningkat.
Beberapa cara untuk meningkatkan dan keahlian :
  • Belajar dari kesalahan dan pengalaman yang lalu. Jangan biarkan diri anda terpuruk dengan mengingat kesalahan-kesalahan masa lalu.
  • Mengikuti suatu kegiatan, pelatihan atau sesuatu yang bias meningkatkan kualitas kemampuan anda.
  • Belajar dari keberhasilan orang lain itu merupakan salah satu kunci sukses.


3.Menciptakan Prestasi
            Berusaha untuk  menciptakan suatu prestasi,bermotuvasi untuk terus maju.Walau mungkin itu adalah suatu prestasi yang tidak besar.Dengan prestasi yang lain itu maka anda akan lebih berpeluang untuk promosi ke jenjang yang lebih tinggi.Caranya  agar dapat berprestasi adalah dengan giat mempelajari sesuatu yang baru yng lebih menantang.


Pikiran Negatif

Macam-macam Pikiran Negatif 

Pikiran negatif adalah pikiran yang bisa mengganggu, selalu mengeluarkan ide-ide jelek, menyusahkan, sulit diatur, dan kita merasa tidak bebas. Pikiran tersebut umumnya berasal dari suara hati yang menimbulkan rasa curiga, menuduh, menghujat, menghakimi, dan memvonis.
Pemikiran ini sering kali dihubungkan dengan obsessive-compulsive disorder ( OCD ), yaitu gangguan pemikiran irrasional dan penuh kecurigaan atau rasa sedih. Pemikiran ini bisa melemahkan rasa khawatir yang mengacaukan dan bersifat tetap.
Ada banyak faktor yang menyebabkan kita selalu berpikiran negatif, diantaranya adalah kenangan masa lalu, tidak memiliki tujuan yang jelas, rutinitas yang penuh nilai negatif, pengaruh internal dan eksternal, konsentrasi yang negatif, mental yang lemah, persahabatan yang buruk, dan kurangnya informasi.
Ada 10 macam pikiran negatif yang mampu merusak  diri kita dan harus kita usir dari dalam pikiran, yaitu sebagai berikut:
  •  Berpikir hitam putih. Sangat mudah jika kita ingin berpikir hitam putih. Namun, hal ini sangat berbahaya karena bisa membuat kita sombong atau putus asa. Berpikir hitam putih adalah menempatkan batasan pemikiran berapa ukuran-ukuran yang sempit. Cara berpikir ini tidak mengandung toleransi, tenggang rasa, dan memudahkan. Contoh dari berpikir hitam putih adalah kita lebih memilih untuk tidak melakukan sesuatu daripada keliru, ketika dibohongi sekali oleh seseorang maka tidak percaya selamanya kepada orang lain, dan tidak akan menikah jika tidak menikah dengan pujaan hati.
  • Menggeneralisasi secara berlebihan. Cara berpikir seperti ini adalah melihat hal kecil atau bagian-bagian dan menganggapnya sebagai keseluruhan. kata yang sering diucapkan adalah kata “selalu” dan “tidak pernah”. Cara berpikir seperti ini membuat kita mudah menyalahkan, menganggap remeh, dan juga menyempurnakan secara berlebihan. Contohnya, seorang istri terbiasa menyiapkan kopi di pagi hari. Pada suatu pagi, dia tidak menyiapkannya maka si suami mengatakan bahwa istrinya selalu terlambat menyiapkan kopi atau tidak pernah tepat waktu menyiapkan kopi. Biasanya, ini merupakan sumber dari pemikiran negatif.
  • Negatif mengalahkan positif. Sebagian dari kita sering terlalu memikirkan hal-hal negatif dan melupakan pikiran positif. Contohnya, ketika kita menjadi juara melukis dan teman-teman lain memberikan komentar yang baik, kita merasa senang dan bangga. Namun, ketika kita kalah dan berbagai kritikan menghujam, maka kita akan murung, kita memikirkannya sampai berhari-hari, dan merasa bahwa kita tidak sempurna.
  • Memberikan diskon untuk hal positif. Sering seseorang menolak dan tidak menanggapi pengalaman-pengalaman positif. Orang yang seperti ini biasanya tidak mudah memuji dan sering menganggap remeh orang lain. Apabila dia melihat seseorang melakukan pekerjaan dan pekerjaannya baik, maka dia menganggapnya biasa saja. Memenggal makna positif dari suatu perbuatan baik akan membuat diri menjadi orang yang tidak bahagia. Orang yang seperti ini biasanya selalu merasa tidak cukup dan bersyukur.
  • Terlalu cepat menyimpulkan. Kita menginterpretasikan hal-hal negatif ketika tidak ada fakta-fakta yang mendukung kesimpulan kita. Pikiran kita sedang kacau, lalu menuduh tanpa penyelidikan yang lebih dalam, dan menyimpulkan bahwa seseorang sedang melakukan hal buruk kepada kita. Sering kali kita memikirkan suatu hal yang berakibat buruk. Misalnya, ketika kita akan menghadapi wawancara kerja, kita sudah berpikir terlebih dahulu tidak akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. Hal yang seperti ini yang berakibat buruk bagi kita tentunya.
  • Berpikir yang berlebihan. Sering kita memperbesar masalah yang kecil, terlalu mempermasalahkan kelemahan kita, dan mempersempit pentingnya kualitas diri yang kita inginkan. Keadaan yang tidak seimbang di dalam pikiran akan berakibat tersingkirnya nilai positif sisi-sisi yang lain yang seharusnya mendapatkan perhatian yang sama. Misalnya, jika kita naik pohon maka kita akan jatuh. Kalau menjawab, takut salah. Phobia termasuk salah satu dari bagian masalah ini.
  • Penalaran secara emosional. Kita sering berasumsi bahwa pikiran kita yang negatif selalu mencerminkan sesuatu yang benar-benar akan terjadi. Seperti halnya ketika naik kereta api dan merasa bahwa saat itu hati kita sedang tidak enak, maka hati akan berkata,”Aku merasa takut berada di dalam kereta ini.” Biasanya, hal ini diartikan sebagai tanda bahwa akan adanya bahaya jika naik kereta. Penalaran emosional ini belum tentu benar dengan kenyataannya. Ketika muncul perasaan takut berada di dalam kereta api, bukan berarti bahwa kereta yang kita naiki akan mengalami kecelakaan. Bisa saja karena kita mengidap phobia atau yang lainnya.
  •  Memaksakan suatu kondisi. Pemakaian kata “seharusnya” dan “perlu” dan mengaharap sesuatu terjadi seperti apa yang kita harapkan bisa memunculkan rasa putus asa dan frustasi. Misalnya, ketika anak sedang berlatih dan kita melihatnya membuat kekeliruan, kita pasti akan mengatakan, “seharusnya kamu tidak melakukan banyak kesalahan mengingat waktu latihan yang kamu gunakan lebih dari satu bulan.” Anak kita akan frustasi ketika kita mengatakan hal seperti itu.
  • Label-label negatif yang melekat. Sering kita memberikan label-label negatif berupa gelar buruk atas apa yang sudah orang lain lakukan. Hal ini merupakan sebuah pemikiran negatif yang paling ekstrem. Ketika seorang pelayan menumpahkan minuman kepada orang lain, lalu beberapa dari mengatakan, “Dasar bodoh!” maka pelayan tersebut akan selalu mengingatnya dan dia sudah memiliki label tersebut selamanya. Dia akan lebih gampang mengeluarkan hal-hal buruk dari pada hal-hal baik karena dia sudah merasa tidak diperhatikan lagi oleh orang lain. Pemberian label buruk tersebut hanya akan membuat orang menjadi frustasi, tidak bisa memperbaiki keadaan, dan akan semakin terpuruk dalam keburukannya.
  • Terlalu menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Biasanya, hal yang seperti ini merupakan hasil dari pikiran negatif. Menyalahkan orang lain atau diri sendiri sering kita lakukan mengingat apa yang telah kita perbuat. Biasanya, ketika seorang anak mendapatkan nilai jelek pada salah satu mata pelajarannya, maka si ibu akan menyalahkan anaknya karena tidak rajin belajar atau menyalahkan diri sendiri karena tidak mampu mengajari anaknya. Pikiran yang seperti ini justru akan memperburuk keadaan dan bukan sebaliknya. Perlu diingat bahwa ketika kita lama menanam pikiran-pikiran negatif maka kita akan sulit untuk diganti dengan pikiran positif.